Selamat datang, para scholarship hunters. Perkenalkan saya Septia, awardee LPDP batch 2 tahun 2016 di Monash University, Australia, jurusan Master of TESOL atau Teaching English to Speakers of Other Languages, atau kalau di Indonesia disebutnya Pendidikan Bahasa Inggris. Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan studi saya Desember 2018, dan sekarang sedang menunggu wisuda di Malaysia nanti tanggal 6 Januari. Kok di Malaysia? Iya karena deadline pengumpulan thesis di Monash waktu itu lebih lambat dari jadwal wisuda yang dilaksanakan di bulan Oktober, jadi tidak memungkinkan untuk wisuda di sana. Sedih? Pasti! Tapi ya sudahlah (kok jadi curhat?). Back to the point. Well, mungkin seharusnya saya share perjalanan mencari beasiswa LPDP sejak awal dulu, atau mungkin sejak awal kuliah. But, I hope what I share now can be useful buat kalian yang masih berjuang. Semoga melalui tulisan ini, saya bisa sharing pengalaman saya, dan bisa membantu temen-temen dalam memperjuangkan beasiswa LPDP, karena negara masih sangat membutuhkan kontribusi kalian guys!
           Let's get started. Step pertama yang saya lakukan untuk mendapatkan beasiswa LPDP adalah dengan kepo. Ya! Dimulai dengan aktivitas sesimpel kepo. Pertama, kepo syarat-syarat penerima beasiswa di website nya LPDP lpdp.kemenkeu.go.id. Setelah scrolling website, saya menemukan satu syarat yang menurut saya a bit challenging, yaitu essay. Syarat yang satu ini agak tricky soalnya mau gak mau kita dituntut harus bisa "mempromosikan"

Comments